Untuk Mencegah Terorisme Dan Radikalisme, Yenny Wahid Tegakkan Peremupuan Di Forum PBB

Untuk Mencegah Terorisme Dan Radikalisme, Yenny Wahid Tegakkan Peremupuan Di Forum PBB
Untuk Mencegah Terorisme Dan Radikalisme, Yenny Wahid Tegakkan Peremupuan Di Forum PBB

Geraiberita – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk membahas pelibatan perempuan di tingkat desa dalam upaya global menanggulangi bahaya radikalisme dan terorisme. Di mana salah satu pembicara dalam acara ini adalah Yenny Wahid.

Dalam acara yang diselenggarakan oleh UN Women bekerjasama dengan UNOCT, United Nations Office of Counter Terrorism, Yenny menyampaikan bagaimana program Kampung Damai dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme.

“Mereka tertarik dengan program Kampung Damai yang kami inisiasi di berbagai desa di Pulau Jawa,” kata Yenny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/3).

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh pimpinan tinggi beberapa lembaga PBB tersebut Yenny diminta untuk menjelaskan dampak dari programnya yang banyak menyasar masyarakat di tingkat akar rumput. Dia mengatakan, dengan penguatan masyarakat desa, terutama perempuan, maka dampaknya langsung terasa secara masif.

“Data yang kami dapatkan melihat hubungan langsung antara perempuan yang berdaya dan tingkat radikalisme. Makin berdaya seorang perempuan, makin kecil kemungkinan ia terpapar aksi radikalisme,” jelas Yenny.

Dia mengungkapkan, program desa damai memberikan pelatihan dan penguatan ekonomi untuk para ibu di tingkat akar rumput, ditambah dengan pelatihan tentang upaya perdamaian. Harapannya mereka bisa praktikan di komunitasnya masing-masing.

“Saya senang bahwa kami mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan program ini karena ini berarti promosi untuk Indonesia,” ujarnya.

Dalam forum yang dimoderatori oleh dubes tetap Uni Emirat Arab untuk PBB, Lana Zaki Nusseibeh tersebut, Yenny diminta untuk memberikan pendapatnya atas rencana UN. Mereka akan membuat Rencana Aksi Penanggulangan Terorisme yang melibatkan lebih banyak peran perempuan dan anak muda di dunia, utamanya dalam area pencegahan tindak pidana berbasis kekerasan.

“Pelibatan perempuan dalam upaya pencegahan radikalisme mutlak dilakukan mengingat perempuan adalah salah satu korban utama ketika terjadi kekerasan di masyarakat,” katanya.

Selain itu, Yenny juga menghadiri Forum Comission on the Status of Women (CSW) di PBB. CSW merupakan acara tahunan yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara di dunia. “Tahun ini memang fokusnya adalah penguatan perempuan di tingkat akar rumput, seperti dijelaskan sekjen PBB, Antonio Guteres dalam pidato beliau,” tutupnya. Sumber : Merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*