KPK Menyita Semua Dokumen Yang Bersangkutan Dengan Kasus Suap Zumi Zola

KPK Menyita Semua Dokumen Yang Bersangkutan Dengan Kasus Suap Zumi Zola
KPK Menyita Semua Dokumen Yang Bersangkutan Dengan Kasus Suap Zumi Zola

Geraiberita – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah tujuh tempat di Jambi terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola. KPK pun menyita sejumlah dokumen dan catatan keuangan.

“Penyidik menyita beberapa berkas dan dokumen terkait dengan proyek dan catatan keuangannya,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (25/4).

Penggeledahan dilakukan penyidik KPK pada Selasa 24 April 2018, kemarin. Lokasi yang digeledah terdiri dari kantor perusahaan kontraktor dan enam rumah di Kota Jambi dan Tanjung Jabung Timur.

“Penggeledahan terkait dengan TPK menerima Gratifikasi terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Provinsi Jambi Tahun 2014-2017,” kata dia.

Selain itu, penyidik juga memeriksa enam saksi terdiri dari unsur PNS di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi dan pihak swasta. Pemeriksaan dilakukan di Mapolda Jambi pada hari ini.

“Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait dengan pemberian ke Gubernur Jambi,” papar dia.

Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka bersama pelaksana tugas Kadis PUPR Arfan. Zumi dan Arfan diduga menerima gratifikasi Rp 6 miliar dari beberapa kontraktor. Uang itu disinyalir diberikan sebagai “uang ketok palu” kepada anggota DPRD Jambi.

Kasus yang menjerat Zumi Zola ini merupakan pengembangan dari kasus suap pengesahan APBD 2018. Dalam kasus pengesahan APBD Jambi ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka.

KPK periksa 7 pengusaha terkait kasus suap Zumi Zola

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa tujuh pengusaha dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola. Pemeriksaan para saksi guna mendalami dugaan pemberian gratisikasi yang diterima oleh orang nomor satu di Jambi itu.

Ketujuh pengusaha tersebut adalah Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati, Ismail Ibrahim alias Mael, Staf PT Merangin Karya Sejati, Nano, Hardono alias Aliang (swasta), Direktur PT Hendy Mega Pratama, Irawan Nasution, Direktur PT Blistik Jaya, Djamino, Direktur Utama PT Usaha Batang Hari, Abdul Kadir, dan Direktur Utama PT Dua Putri Persada, Fatmawati.

“Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ZZ (Zumi Zola),” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (16/4).

“Dalam pemeriksaan terhadap sejumlah saksi beberapa hari ini, KPK mendalami pengetahuan saksi-saksi tentang dugaan pemberian gratifikasi terhadap ZZ,” imbuhnya.

Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka bersama pelaksana tugas Kadis PUPR Arfan. Zumi dan Arfan diduga menerima gratifikasi Rp 6 miliar dari beberapa kontraktor. Uang itu disinyalir diberikan sebagai ‘uang ketok palu’ kepada anggota DPRD Jambi.

Kasus yang menjerat Zumi Zola ini merupakan pengembangan dari kasus suap pengesahan APBD 2018. Dalam kasus pengesahan APBD Jambi ini, KPK lebih dulu menetapkan empat orang tersangka.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*