Prabowo Putuskan Siap Untuk Maju Kembali Jadi Calon Presiden 2019

Prabowo Putuskan Siap Untuk Maju Kembali Jadi Calon Presiden 2019
Prabowo Putuskan Siap Untuk Maju Kembali Jadi Calon Presiden 2019

Geraiberita – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden. Mantan Danjen Kopassus itu menerima mandat dari para kadernya dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) Gerindra di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (11/4) kemarin.

Direktur Institute for Transformation Studies (Intrans) Andi Saiful Haq menilai, keputusan tersebut dinilai tepat. Sebab, Prabowo merupakan tokoh yang tidak hanya mewakili Gerindra, melainkan konsensus politik tak tertulis koalisi oposisi bersama PKS dan PAN.

Sejak Pilpres 2014 lalu, menurut Andi, sosok Prabowo sebagai representasi ‘bukan Jokowi’. Karenanya, jika mengusung calon lain, oposisi maka akan kehilangan legitimasinya dalam pemilu yang diadakan serentak.

“Konsistensi Prabowo sudah terlanjur menjadi narasi di seluruh basis-basis yang ‘bukan Jokowi’ termasuk konstituen parpol-parpol oposisi yang masih tersisa di KMP (koalisi merah putih),” ujar Andi dalam siaran persnya, Kamis (13/4).

Hal ini, kata Andi, berdampak kepada elektabilitas partai politik pengusungnya. Kalau koalisi tidak konsisten mendukung tokoh yang telah jadi ikon, juga setia dalam jalur oposisi pemerintah, maka dukungan terhadap partai akan tegerus kala Pileg, karena ketidakpercayaan masyarakat. Hal sama pun diterapkan PDIP dan kawan-kawan, yang segera mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo.

“Akibatnya elektabilitas partai-partai oposisi akan menurun, karena publik melihat elite partai menunjukkan inkonsistensi dan hanya memikirkan diri sendiri. Di beberapa Pilkada, inkonsistensi dalam memilih calon kepala daerah dan memilih koalisi berakibat fatal pada elektabilitas parpol saat pileg tiba. PDIP sudah menyadari lebih dulu, elektabilitas mereka akan anjlok jika tidak mengusung Jokowi,” jelas Andi.

Fenomena ini pernah terjadi dalam Partai Demokrat kala Pilpres 2019. SBY yang merupakan ikon partai, tidak tegas dan berakibat terjunnya elektabilitas. Hal sama pun bisa dialami Gerindra, PKS, PAN jika mengusung tokoh selain Prabowo.

Meski ada kemungkinan Prabowo akan kalah lagi, Andi melihat setidaknya hal itu akan menyelamatkan suara partai. Apalagi saat ini mengancam PKS dan PAN keluar dari parlemen dengan PT 4 persen. Atau bahkan, tidak menutup juga memenangkan pilpres dan pileg.

“Minimal suara mereka tidak akan tergerus akibat kehilangan kredibilitas dalam memilih capres. Atau jika tetap nekat mengusung Capres lain, kemungkinan menang di Pilpres juga belum bisa dipastikan, namun yang pasti akan banyak kehilangan suara di Pileg,” tutup Andi.

Pidato Prabowo Soal Kesiapan Dirinya Lawan Jokowi Di Capres 2019
Pidato Prabowo Soal Kesiapan Dirinya Lawan Jokowi Di Capres 2019

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memberi jawaban atas permintaan para kader yang mengusungnya sebagai Calon Presiden 2019. Hal itu disampaikannya saat menutup rapat koordinasi nasional (rakornas) di Bukit Hambalang Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4).

Pidato pernyataan ini beredar di kalangan wartawan berbentuk rekaman suara.

“Sebagai mandataris partai pemegang mandat saudara sekalian sekaligus ketua umum saya menyatakan diri tunduk dan patuh. Saya menerima keputusan ini sebagai suatu penugasan, suatu amanat, suatu perintah dan saya menyatakan siap melaksanakannya,” kata Prabowo, Kamis (11/4).

Prabowo pun berterima kasih kepada seluruh kader Gerindra yang mempercayakan mandat Capres kepadanya. “Kepada saudara saudara sekalian yang percaya kepada saya dengan pengorbanan kalian dengan jerih payah kalian semuanya,” sambung mantan Danjen Kopassus itu.

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza patria mengatakan bahwa Prabowo resmi menerima mandat sebagai capres.

“Iya sudah disampaikan hasil rapimnas atau rakornas beliau menerima mandat sebagai capres,” ucap Riza saat dihubungi wartawan, Rabu (11/4).

Riza menyatakan, Prabowo Subianto akan maju sebagai Capres 2019-2024 dengan dukungan penuh partai Gerindra.

“Jadi sudah disampaikan bahwa beliau menerika amanat dari seluruh DPD DPC seluruh Indonesia meminta beliau sebagai capres. Jadi beliau menerima dan akan melaksanakam tugasnya sebagai capres Partai Gerindra 2019-2024,” tandas Riza.

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*