Setya Novanto Ngaku Sempat Berganti Modil Ketika Dirinya Dicari KPK

Setya Novanto Ngaku Sempat Berganti Modil Ketika Dirinya Dicari KPK
Setya Novanto Ngaku Sempat Berganti Modil Ketika Dirinya Dicari KPK

Geraiberita – Terdakwa kasus megakorupsi e-KTP Setya Novanto mengaku sempat berganti mobil saat dicari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itu diungkapkan Novanto saat bersaksi untuk terdakwa kasus perintangan penegakan hukum e-KTP, Bimanesh Sutarjo.

“Sempat (menukar mobil). Kalau enggak salah di daerah Kemang,” ujar Novanto bersaksi untuk terdakwa Bimanesh Sutarjo dalam kasus merintangi proses hukum e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (27/4).

Pada 15 November 2017, Setya Novanto dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung KPK. Namun Novanto tidak datang. Dia berangkat dari kediamannya di Wijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan bersama dengan ajudannya Reza Pahlevi. Dari kediamannya tersebut Novanto menggunakan mobil milik Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Timur Partai Golkar Aziz Samual.

Dari kediamannya itu, Novanto menuju Kemang, Jakarta Selatan. Dia beralasan hendak berganti mobil yang dipakai dengan mobil lainnya yang juga milik Aziz. Menurut Novanto, mobil tersebut diantar sopir Aziz menuju Kemang.

Namun dia tak menjelaskan lebih rinci perihal pergantian mobil. Novanto hanya mengatakan pergantian mobil demi alasan kenyamanan.

Setelah menukar mobil, Novanto yang pada saat itu dijadwalkan pemeriksaan di Gedung KPK justru memilih bertolak ke kawasan Bogor. Di dalam perjalanan menuju Bogor, Novanto menerima kabar bahwa penyidik KPK mendatangi kediamannya.

Mendengar kabar tersebut, Novanto malah menyuruh ajudannya untuk terus melaju menuju Sentul hendak mencari penginapan. Dia beralasan ingin segera menonton televisi dan melihat kabar saat kediamannya disambangi penyidik KPK.

“Saat melihat pemberitaan besar. Ketua DPR tengah dicari penyidik KPK,” kata dia.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*