Meski Ada Bom Surabaya, Sri Mulyani Dan Pegusaha Sebut Ekonomi Tetap Normal

Meski Ada Bom Surabaya, Sri Mulyani Dan Pegusaha Sebut Ekonomi Tetap Normal
Meski Ada Bom Surabaya, Sri Mulyani Dan Pegusaha Sebut Ekonomi Tetap Normal

Geraiberita – Aksi teror bom Surabaya dan Sidoarjo menjadi sorotan dunia. Sejumlah media asing juga ramai memberitakan serangan bom di Mapolrestabes Surabaya yang terjadi pagi tadi, setelah serangan bom bunuh diri di tiga gereja yang menewaskan sedikitnya 13 orang terjadi di kota sama kemarin.

Beberapa media asing yang memberitakan insiden ini antara lain, Time, The Guardian, Reuters, dan Washington Post. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras aksi terorisme yang berturut-turut terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Dia menyebut bahwa aksi tersebut adalah tindakan pengecut. “Ini adalah tindakan pengecut!,” tegas Presiden Jokowi.

Dia menegaskan negara akan melawan aksi terorisme dan akan dibasmi hingga ke akar-akarnya. “Kita akan lawan terorisme dan kita akan basmi sampai keakar-akarnya. Saya sampaikan kepada polisi, saya perintahkan Kapolri untuk tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk membereskan aksi terorisme ini,” tegasnya.

Bagaimana dampak kondisi ini pada perekonomian? Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah prediksi dari pejabat hingga pelaku usaha.

1. Pelaku perbankan
Merdeka.com – Kepala Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga), Adrian Panggabean, menyatakan rangkaian teror bom Surabaya tidak akan mengganggu pergerakan Rupiah. Dia menyatakan hal ini tidak akan membuat Rupiah semakin tertekan.

“Kita (Rupiah) memang melemah tapi yang sudah-sudah Rupiah tidak terganggu kok,” tuturnya di Graha CIMB Niaga, Jakarta.

Rupiah bahkan masih terbilang stabil di tengah maraknya aksi teror bom dua hari terakhir ini. “Dari sejarahnya sih biasanya tidak terganggu ya, kan pernah juga ya bom bali waktu itu. Bahkan hari ini ada 4 bom yang terjadi. Rupiah masih stabil-stabil saja tuh,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa ekonomi nasional tidak terganggu terkait insiden tersebut. “Masalahnya ini bukan kali pertama, dan kita juga sudah sering sebetulnya menghadapi ini. Jadi saya rasa biasa-biasa saja, tidak akan terganggu sekali,” tuturnya.
2. Anggota DPR
Merdeka.com – Anggota Komisi XI DPR, Misbakhun angkat suara terkait teror bom yang terjadi di Surabaya baru-baru ini. Menurutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan langkah tepat dalam merespons aksi teror bom tersebut.

Bukan kali ini saja Indonesia disasar teror yang berpotensi berimbas ke perekonomian. Bahkan, para investor juga pernah mengalami periode-periode sulit saat teror demi teror marak di berbagai kota di Tanah Air.

Namun, para investor tetap bertahan menjaga investasi modal mereka di Indonesia. “Dan tidak ada yang memindahkan investasinya ke luar negeri karena teror,” ujar Misbakhun.

Legislator Partai Golkar itu meyakini langkah yang dilakukan Presiden Jokowi tidak hanya menguatkan masyakarat, tapi juga memberikan jaminan bagi investor dan para pelaku ekonomi.

Misbakhun mengatakan, keputusan Presiden Jokowi bersama Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala BIN Budi Gunawan mendatangi lokasi pengeboman di Surabaya telah memberikan pesan yang nyata kepada dunia internasional bahwa pemerintahan saat ini sangat serius menjaga rasa aman sekaligus bersungguh-sungguh menangani permasalahan terorisme.

“Kedatangan Presiden Jokowi ke tempat kejadian perkara peledakan bom di Surabaya adalah bukti keseriusan pemerintah dan saya yakin akan menjadi sinyal positif dan akan direspons positif pula oleh investor,” ujar Misbakhun.

Misbakhun mengaku optimistis perekonomian Indonesia akan tetap terjaga dan investor pun tak bakal hengkang. “Saya berkeyakinan bahwa para investor baik yang melakukan investasi langsung, investor di pasar modal maupun di pasar surat berharga akan memberikan respon yang positif terhadap upaya-upaya penanggulangan terorisme yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi,” tegasnya.

3. Pengusaha
Merdeka.com – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengutuk keras aksi terorisme di beberapa tempat di Jawa Timur. Hipmi meminta pelaku usaha tidak perlu takut dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Secara makro, ucap Bahlil, aksi terorisme di Surabaya kemarin, tidak mampu mengguncang perekonomian. “Fundamental ekonomi kita sangat kuat. Konsentrasi kegiatan ekonomi juga sudah tersebar dimana-mana,” ucap Bahlil.

Bahlil mengatakan, pengeboman rumah ibadah di Surabaya tak mampu mempengaruhi ekonomi secara signifikan. Sebab, konsentrasi kegiatan ekonomi dan industri tak lagi hanya terfokus di Surabaya dan Jakarta.

Dikatakannya, sebagai dampak dari pembangunan infrastruktur di mana-mana, konsentrasi pembangunan dan kegiatan ekonomi tak lagi terfokus di Surabaya dan Jakarta, melainkan sudah tersebar ke berbagai wilayah. “Kita akui ini sebagai dampak dari pembangunan infrastruktur yang masif. Jadi, kita tidak usah takut,” ucap dia.

4. Pasar modal
Merdeka.com – Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengimbau kepada seluruh pelaku pasar untuk tetap tenang dan beraktivitas secara normal. Dia menjelaskan, pengalaman pada teror bom Thamrin 14 Januari 2016, menunjukkan bahwa teror tersebut tidak berpengaruh besar terhadap kegiatan di pasar modal.

Tito mengungkapkan, pada saat terjadinya teror, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi sebanyak 77,86 poin atau sebanyak 1,72 persen di level 4.459,32 poin.

“Namun koreksi IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atau bersifat sementara karena pada penutupan perdagangan sesi II di hari yang sama, IHSG hanya ditutup melemah tipis 0,53 persen dan keesokan harinya justru menguat 0,24 persen. Investor di pasar modal tidak terpengaruh oleh gerakan teror yang terjadi,” tegasnya.

Tito optimis teror bom Surabaya juga tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas di pasar modal. Secara fundamental, perusahaan tercatat yang tergabung dalam LO45 menunjukkan kinerja yang solid dengan rata rata pendapatan meningkat sebesar 15,96 persen dan laba bersih meningkat 11,68 persen pada kuartal 1 2018 dibandingkan dengan kuartal 1 2017.

Sementara kondisi pasar juga cukup stabil yang ditunjukkan dengan likuiditas transaksi yang tinggi dengan rata rata transaksi harian mencapai Rp 8,87 triliun (meningkat sebesar 16.7 persen dibandingkan 2017) dan frekuensi harian sebesar 387 ribu (meningkat sebesar 23,7 persen dibandingkan 2017).

Tita juga meminta investor dan seluruh pelaku pasar modal tidak bereaksi berlebihan dan tetap optimis terhadap stabilitas keamanan nasional.

5. Sri Mulyani
Merdeka.com – Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyatakan pemerintah tidak akan membiarkan aksi teror bom di Surabaya mempengaruhi perekonomian Indonesia. Dia pun memastikan saat ini aksi radikal akan terus ditangani.

Menteri Sri Mulyani mengatakan Indonesia harus menjaga persepsi keamanan saat kondisi perekonomian global sedang bergejolak. “Jadi dari sisi tindakan yang dilakukan teroris di mana itu terjadi di berbagai negara, kita berharap penanganan ini bisa menimbulkan keyakinan bahwa Indonesia bisa menjaga keamanan,” kata Menteri Sri.

Menteri Sri menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan aksi teror menghilangkan persepsi positif terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang membaik, hal tersebut tercermin pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang meningkat, kondisi moneter yang kondusif dan perekonomian masyarakat yang menggeliat.

“Tentu kita berkepentingan untuk tidak membiarkan suatu teror itu, kemudian menghilangkan kepercayaan dan persepsi positif pada ekonomi kita,” tuturnya.

Menurut Menteri Sri, pihaknya mendukung penanganan aksi teror bom Surabaya yang dilakukan aparat keamanan TNI, Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) agar keamanan kembali stabil. Sehingga dapat meredam kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan Indonesia dan menjamin kepercayaan pihak luar. Apalagi, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan Word Bank dan IMF pada Oktober 2018.

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*