Salah Satu Pelaku Bom GKI Adalah Seorang Ibu Yang Menggendong 2 Anaknya

Salah Satu Pelaku Bom GKI Adalah Seorang Ibu Yang Menggendong 2 Anaknya
Salah Satu Pelaku Bom GKI Adalah Seorang Ibu Yang Menggendong 2 Anaknya

Geraiberita – Salah satu pelaku bom Surabaya atau bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, Surabaya, Jawa Timur, diduga dilakukan oleh seorang ibu yang mengenakan cadar dan menggandeng dua anak.

Informasi ini didapat dari seorang saksi mata bernama Tardianto. Ia mengaku, kedatangannya ke GKI Jalan Diponegoro ini menemui salah seorang keluarga. Setibanya di lokasi, tepatnya di sebuah warung samping GKI, Tardianto melihat seorang bercadar itu tampak berjalan kaki memasuki area parkir GKI.

“Ada yang memakai cadar dan satu masih balita dengan mengenakan jaket warna hitam dan menggunakan pakaian berwarna gelap,” ucap Tardianto di lokasi kejadian, Minggu (13/5).

Tak lama kemudian, Tardianto mendengar satu ledakan keras dan terlihat seorang wanita yang masih anak-anak sudah tergeletak. Selain satu orang anak itu, Tardianto juga melihat seorang sekuriti yang kedapatan luka parah.

Tardianto, lelaki ini melihat sosok bercadar bersama dua anak kecil memasuki GKI, salah satu gereja yang juga menjadi sasaran bom Surabaya.

Adapun Andreas seorang sekuriti, sebuah klinik yang jaraknya sekitar 20 meter dari lokasi kejadian bom Surabaya mengaku mendengar suara ledakan sebanyak tiga kali. “Saya dengan tiga kali ledakannya,” kata Andreas.

* Total 11 Jiwa Korban Tewas Akibat Ledakan Bom Di Surabaya

Total 11 Jiwa Korban Tewas Akibat Ledakan Bom Di Surabaya
Total 11 Jiwa Korban Tewas Akibat Ledakan Bom Di Surabaya

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyampaikan kabar terbaru terkait korban peristiwa bom gereja di Surabaya. Dia mengatakan, jumlah korban meninggal dunia bertambah.

“Update yang ingin kita sampaikan, satu meninggal dunia, jemaat gereja Santa Maria Tak Bercela Ngangel Madya, jadi total Korban meninggal dunia ada 11,” tuturnya, di Mapolda Jatim, Minggu (13/5).

Selain itu, jumlah korban luka yang dirawat di rumah sakit juga bertambah. Terakhir, menurut Frans, data terakhir menunjukkan korban luka berjumlah 41 orang.

Korban luka mendapat perawatan di dua rumah sakit, yakni, RS Bhayangkara dan RS Dokter Sutomo. Menurut Barung, beberapa anggota Polri juga menjadi korban ledakan bom gereja.

“Kami mohon doanya,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa meledaknya bom terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Raya Arjuno, Minggu (13/5) pagi, dan dua peristiwa serupa lainnya dalam waktu yang hampir berdekatan, yakni di gereja kawasan Jalan Ngagel Madya dan Jalan Diponegoro.

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*