Tragedi Teror Pengebomam Di Kota Surabaya, PRAY FOR SURABAYA!!!

Tragedi Teror Pengebomam Di Kota Surabaya, PRAY FOR SURABAYA!!!
Tragedi Teror Pengebomam Di Kota Surabaya, PRAY FOR SURABAYA!!!

Geraiberita – Serangkaian bom bunuh diri menyerang tiga gereja di Surabaya. Bom rakitan juga meledak di Sidoarjo dan Mapolres Surabaya. Ikuti terus update lengkapnya di merdeka.com.

Senin (14/5) pukul 18.30 WIB

Polisi mendatangi rumah di Jalan Kapi Sraba IV Kabupaten Malang. Polisi melakukan penggeledahan dan penggerebekan di lokasi tersebut.

Senin (14/5) pukul 17.30 WIB

Polri telah melakukan penindakan terhadap 13 orang terkait aksi teror bom di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, empat orang ditembak mati dan sembilan orang lainnya ditangkap dalam kondisi hidup.

Senin (14/5) pukul 16.00 WIB

Tim Jihandak Gegana Polda Jawa Timur mulai melakukan evakuasi sisa bahan peledak di Lantai Blok B, nomor 2, Rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Lima personel berpakaian lengkap satu persatu mulai memasuki Blok B rusunawa yang berada di antara Blok A dan C. Proses evakuasi dijaga ketat personel Kepolisian yang dibantu TNI untuk mensterilkan lokasi yang terpasang pembatas garis polisi.

Senin (14/5) pukul 14.00 WIB

Polisi menyebut Densus 88 menembak mati dua terduga teroris usai serangkaian aksi bom bunuh diri.

Kelompok teroris ternyata merencanakan sejumlah aksi di beberapa lokasi di Surabaya, Jawa Timur. Densus 88 sudah menangkap beberapa orang.

13.00 WIB

Polisi merilis, ada 21 masyarakat dan 13 pelaku yang menjadi korban tewas dalam rentetan peristiwa peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo.

12.30 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar jumpa pers. Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menggerebek rumah seorang terduga teroris di Perum Puri Maharani Blok A4, Nomor 11, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/5).

10.00-11 WIB

Polisi mengamankan tiga orang mencurigakan yang beredar di kawasan Mapolrestabes Surabaya.

Orang pertama diamankan di Jalan Rajawali dekat pertigaan. Orang tersebut berciri makai topi dan pakaian kaos dan celana serba hitam. Kemudian, polisi juga mengamankan orang mencurigakan kedua di Jalan Karet. Orang ini berciri menggunakan jaket abu-abu dan berkulit hitam. Orang ketiga juga diamankan tanpa diketahui cirinya oleh media dan telah dibawa masuk ke Polres.

08.50 WIB

Bom meledak di pos pemeriksaan Mapolrestabes Surabaya. Pelaku seorang pria membonceng wanita dengan sepeda motor. Ketika sedang dilakukan pemeriksaan tiba-tiba bom itu meledak.

Bom pagi ini di Polrestabes Surabaya yang keempat kalinya di Jawa Timur. Minggu (13/5) terjadi tiga ledakan di gereja Jalan Ngagel, Diponegoro dan Arjuno. Selanjutnya bom kembali terjadi di Sidoarjo tepatnya, di Rusunawa Wonocolo malam harinya.

Senin (14/5) sekitar 04.00-07.00 WIB

Tim Destasemen Khusus 88 Antiteror bergerak cepat menangkap sejumlah terduga teroris di Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/5). Kali ini, empat terduga teroris yang menempati sebuah rumah di Dusun Jedong RT 1, RW 2 Kelurahan Urangagung, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, diamankan.

Minggu (13/5) pukul 21.05 WIB

Bom rakitan meledak di Rusun Wonocolo lantai 5 blok B3. Korban tewas tiga orang. Pelaku adalah ayah dan ibu, seorang anak tewas. Sementara tiga anak lainnya masih dirawat di RS.

Minggu (13/5) pukul 16.30 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar jumpa pers. Dia mengungkap pelaku teror di tiga gereja di Surabaya adalah satu keluarga. Pelaku teror yang sudah melengkapi diri dengan bom disebar ke tiga lokasi yang sudah mereka tentukan.

14.40 WIB

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menyampaikan kabar terbaru terkait korban peristiwa bom gereja di Surabaya. Dia mengatakan, jumlah korban meninggal dunia bertambah. Korban tewas menjadi 11 orang sementara 41 orang luka-luka.

14.30 WIB

Presiden Joko Widodo tiba di Surabaya untuk mengunjungi korban ledakan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu.

13.40 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian tiba di Gereja Santa Maria, Surabaya. Gereja tersebut merupakan satu dari tiga gereja yang diserang kelompok teroris, pagi tadi. Selain Kapolri, Wali Kota Tri Rismaharini tampak sudah tiba di lokasi.

10.30-11.00 WIB

Polda Jatim memperbarui informasi bahwa korban meninggal dunia dari peristiwa ledakan bom di Surabaya ini telah mencapai 8 orang. Sementara korban luka telah mencapai 38 orang.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Benny Pramono mengkonfirmasi, pelaku bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegeroro membawa 2 balita. Seorang ibu bercadar itu menggandeng dua orang balita. Ketiganya tewas seketika.

10.20 WIB

Tim Gegana yang melakukan penyisiran menemukan sebuah bom yang belum meledak dalam sebuah mobil di Gereja Pantekosta. Mereka kemudian melumpuhkan bom itu dengan cara meledakannya.

10.00 WIB

Polisi merilis data awal korban tewas rangkaian bom di gereja Surabaya berjumlah empat orang. Sementara korban luka 33 orang. Para korban sudah dibawa ke RSUD dr Sutomo.

09.00 WIB

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut dua polisi yang berjaga di Gereja Santa Maria Tak Bercela ikut menjadi korban. Data awal yang diterimanya, serangan di gereja tersebut membuat dua orang tewas sementara belasan lain luka.

08.00 WIB

Foto dan video bom di Surabaya beredar viral di masyarakat seluruh Indonesia. Polda Jatim mengkonfirmasi serangan bom terjadi di tiga tempat. Polisi telah bergerak ke titik-titik serangan.

07.53 WIB

Serangan bom ketiga terjadi di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

Saksi mata menuturkan ledakan terjadi dari tempat parkir kendaraan. Diduga serangan bom mobil. Api langsung membumbung tinggi di lokasi kejadian.

Minggu (13/5) pukul 07.15 WIB

Serangan bom kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia Jalan Raya Diponegoro, Surabaya.

Sejumlah saksi sempat melihat wanita bercadar membawa dua anak balita memasuki halaman gereja. Ibu dan dua anaknya yang berupaya masuk ke ruang kebaktian ini sempat dihalau oleh seorang sekuriti di pintu masuk GKI Jalan Diponegoro Surabaya, sebelum kemudian ketiganya meledakkan diri di halaman gereja.

Minggu (13/5) Pukul 06.30-07.00 WIB

Serangan bom pertama terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Kecamatan Gubeng.

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat 2 orang sedang berboncengan menaiki sepeda motor menuju gereja. Satu pelaku yang dibonceng terlihat membawa ransel yang diduga berisi bom.

Sejumlah saksi menyebut serangan terjadi saat pergantian jemaat misa. Ledakan keras terdengar hingga radius 100 meter.

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*