6 Peperangan Dari Berbagai Macam Negara Karena Hal Sepele

6 Peperangan Dari Berbagai Macam Negara Karena Hal Sepele
6 Peperangan Dari Berbagai Macam Negara Karena Hal Sepele

Geraiberita – 1. Perang Anglo-Zanzibar cuma 38 menit

Penyebab perang biasanya karena adanya masalah yang serius, seperti masalah kekuasaan, harga diri karena merasa dihina, atau masalah ekonomi di satu negara. Lamanya durasi perang juga beragam, ada yang hanya memakan waktu beberapa tahun, bahkan ada yang sampai saat ini belum mencapai kesepakatan perdamaian.

Tapi tak semua perang terlihat serius. Perang-perang ini memang unik, namun jika diawali oleh hasutan yang sepele, maka akan berlanjut hingga perang yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Seperti dikutip Merdeka.com dari berbagai sumber, berikut beberapa perang unik yang berawal dari hal sepele tersebut.

2. Perang Babi berawal dari hal sepele

Perang Babi terjadi di Pulau San Juan, Vancouver. Saat itu pulau ini dihuni oleh para petani Amerika pada tahun 1850 dan juga para pekerja Inggris yang bekerja untuk perusahaan Hudson Bay. Pig War mulai meletus pada tanggal 15 Juni 1859.

Perang berawal saat seorang petani Amerika yang bernama Lyman Cutla, yang menembak babi peliharaan milik pekerja Inggris. Babi itu kedapatan merusak ladang kentang miliknya. Kejadian itu semakin merembet hingga Cutla diancam akan di tangkap oleh pihak Inggris.

Hal ini membuat warga Amerika yang ada di sana, melaporkan Insiden tersebut pada pihak militer Amerika. Lalu pada bulan Oktober 1859, Pig War resmi berakhir dengan adanya negosiasi antara Inggris dan Amerika.

3. Perang ratusan tahun dan tanpa korban

Perang selama 335 tahun (1651-1986), antara Belanda vs Kepulauan Scilly (southwest coast of the United Kingdom) tercatat sebagai perang terlama dalam catatan sejarah. Tak hanya lama, dalam perang ini juga tak terlihat adanya korban yang berjatuhan.

Perang ini berawal saat Belanda ingin menutup sebagian kerugian mereka dari serangan Royalis. Namun Royalis tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Mereka langsung mengirim dua belas armada kapal perang ke Kepulauan Scilly untuk menuntut reparasi. Laksamana Belanda Maarten Tromp kemudian menyatakan perang di Kepulauan Scilly pada 30 Maret 1651.

Pada bulan Juni 1651, setelah deklarasi perang, pasukan Parlemen di bawah Laksamana Robert Blake memaksa armada Royalis untuk menyerah. Tapi setelah ratusan tahun mereka berperang, akhirnya perdamaian ditandatangani pada 1986.

4. The Stray Dog War hanya karena seekor anjing

Perang yang terjadi di abad ke 20 ini terjadi antara Yunani dan Bulgara. Peperangan di picu oleh kejadian yang sebabkan oleh seekor Anjing. Saat itu kedua negara yang memang masih memiliki tensi tinggi akibat perseteruan keduanya selama perang Balkan yang terjadi pada tahun 1910-an, kembali memanas akibat di tembaknya seorang tentara Yunani yang diduga melintasi perbatasan Bulgaria saat mengejar anjingnya yang lari (Stray Dog).

Tak terima salah satu warganya di tembak, Yunani langsung menyerbu Bulgarian dan sempat menduduki beberapa desa di perbatasan. Yunani bahkan sempat ingin membangun markas di kota Petrich sebelum akhirnya PBB, turun tangan dan mengecam serangan Yunani ini. Akhirnya PBB merumuskan perundingan antara Yunani dan Bulgaria yang akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata. Perang ini mengakibatkan 50 orang tewas.

5. Perang Paraguay yang tidak jelas penyebabnya

Perang Paraguay ini melibatkan Argentina, Brasil, dan Uruguay. Padahal Paraguay memiliki populasi sekitar 500.000 orang, sementara Brasil memiliki 9 juta penduduk, Argentina 2 juta penduduk dan Uruguay 250.000 penduduk. Perang besar ini terjadi pada 1864 hingga 1870.

Perang ini tak jelas penyebabnya. Menurut kabar yang beredar, Presiden Paraguay Francisco Solano Lopez adalah penghasut perang ini. Sebenarnya Argentina tak tertarik ikut berperang, namun Solano Lopez menyeret Argentina sebagai musuhnya. Diperkirakan hampir 90 persen dari populasi pria dari negara ini tewas semasa perang. Penyebabnya banyak, mulai dari sakit, kelaparan dan pertempuran melawan pasukan lawan.

6. Perang Lijar vs Perancis tanpa tembak-tembakan

Pada tahun 1883, desa kecil Lijar, yang terletak di selatan Spanyol, menjadi sangat marah ketika mereka mendengar raja Spanyol telah dihina di Prancis. Kota kecil ini memutuskan untuk menyatakan perang terhadap keseluruhan Prancis. Tapi tak ada satu tembakan pun yang dikeluarkan oleh 300 warganya.

Perang ini diakhiri pada tahun 1983, saat Prancis mengirim konsul umum dari Kota Malaga Spanyol ke Lijar untuk perayaan perdamaian formal.

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*