Baru Sebulan Masuk Istana, Ngabalin Langsung Sentil Fadli Zon Dan Amien Rais

Baru Sebulan Masuk Istana, Ngabalin Langsung Sentil Fadli Zon Dan Amien Rais
Baru Sebulan Masuk Istana, Ngabalin Langsung Sentil Fadli Zon Dan Amien Rais

Geraiberita – Ali Mochtar Ngabalin kini mengemban tugas sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi. Sejak dilantik pada (22/5/2018), politisi Partai Golkar ini siap menjadi mulut, telinga dan mata Presiden, untuk menjelaskan berbagai persoalan ke publik.

Bahkan, Ngabalin secara terang-terangan menjawab kritikan dan sentilan dari dua tokoh kontroversi negara ini, Amien Rais dan Fadli Zon. Mereka berdua memang dikenal tokoh yang sangat vokal melempar kritikan tajam kepada Presiden Jokowi. Ini adalah pernyataan Ali Muchtar Ngabalin yang langsung menyentil Fadli Zon dan Amien Rais dirangkum Merdeka.com.

1. Minta Amien Rais jaga lisan sebagai tokoh!
Merdeka.com – Ali Mochtar Ngabalin menanggapi pernyataan politikus senior PAN Amien Rais tentang Presiden Joko Widodo yang akan dilengserkan Allah pada Pilpres 2019. Menurut Ali, sebagai seorang tokoh seharusnya Amien tidak melontarkan fitnah dan pernyataan yang terkesan mengadu domba rakyat. Meskipun berbeda pilihan politik. “Jangan, jaga lisanmu sebagai tokoh,” kata Ngabalin di Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Dia berpendapat, Amien Rais sepatutnya juga tidak menghakimi seseorang layaknya Tuhan. Apalagi, sambung dia, Amien mengatakan petahana Presiden RI itu akan dilengserkan Allah di 2019.

“Allah itu putusannya adalah gaib. Tidak ada orang Indonesia menentukan kegaibannya. Man jadda wa jadda, siapa berusaha dia dapat. Nanti Allah yang mengubah nasib suatu kaum kalau kaum mau berubah. Jangan Anda bertindak seperti Allah kemudian menurunkan takdir berbuat semaumu,” ucapnya.

2. Sebut gaji BPIP tinggi itu hal wajar
Merdeka.com – Ngabalin juga menanggapi pernyataan Amien Rais perihal gaji pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Menurut Ngabalin, gaji ratusan juta rupiah yang diberikan oleh negara untuk pejabat di BPIP merupakan hal wajar.

“Kalau blunder menyangkut BPIP, blundernya ukuran gaji departemen keuangan, kenapa presiden yang blunder? Peraturan presiden yang turun bulan Februari tentang BPIP. Nanti perpres tentang hak keuangan dan fasilitas turun bulan Mei. Orang kerja setahun belum digaji negara,” ucapnya.

Kata dia, peran BPIP cukup penting untuk merawat ideologi bangsa yang belakangan kian terkikis. Ia mencontohkan adanya kasus larangan menggelar upacara bendera di salah satu sekolah. Hal itu kini jadi perhatian pemerintah. Terutama dalam menjaga dan merawat ideologi bangsa bagi generasi penerus. “Itulah kenapa, (pemerintah) memberikan perhatian luar biasa kepada BPIP. Di mana blundernya?”

3. Ngabalin terkait Fadli Zon: Istana tidak urus masalah pribadi
Merdeka.com – Ali Mochtar Ngabalin langsung menjawab tuduhan Waketum Gerindra Fadli Zon yang mengatakan isu perselingkuhan dengan seorang wanita sengaja diembuskan untuk membungkamnya agar tidak mengkritik pemerintah.

Ali menekankan bahwa itu bukan menjadi urusan dari Istana. Itu merupakan masalah pribadi yang harusnya diselesaikan secara pribadi tanpa menyangkut pautkan dengan pemerintah. “Pasti enggaklah, baik dari Istana maupun kami-kami enggaklah, urusan sangat pribadilah, tidaklah itu, mudah-mudahanlah cepat selesai,” kata Ali.

4. Berpolitik harus beradab
Merdeka.com – Ali Mochtar Ngabalin meminta kepada Fadli Zon untuk berpolitik yang santun dan beradab. Hal ini masih terkait pernyataan Fadli Zon yang mengatakan bahwa isu selingkuh itu untuk membungkamnya agar tidak mengkritik pemerintah.

“Orang berpolitik itu, dia harus beradab dalam berpolitik. Pasti kami tidak urus yang begitu-begitu,” ujar Ngabalin.

Sumber : Merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*