Gibran Rakabuming Ungkap Tak Ingin Terlibat Urusan Politik Karena Sudah Punya Usaha Sendiri

Gibran Rakabuming Ungkap Tak Ingin Terlibat Urusan Politik Karena Sudah Punya Usaha Sendiri
Gibran Rakabuming Ungkap Tak Ingin Terlibat Urusan Politik Karena Sudah Punya Usaha Sendiri

Geraiberita – Punya bapak presiden, anak sulung Pak Jokowi, Gibran Rakabuming, tidak memilih untuk terjun ke dunia politik. Ia juga tidak tertarik untuk meneruskan usaha mebel bapaknya yang telah berjalan selama 27 tahun. Padahal semuanya sudah lengkap, ada pabrik, ada konsumen, ada karyawan, tinggal diterusin saja, tinggal digedein saja, tapi ia Gibran tidak mau mengandalkan orang tua atau membawa-bawa nama bapaknya yang seorang presiden.

Gibran rupanya memilih untuk membuka jalannya sendiri, yaitu berjualan martabak. Awalnya Pak Jokowi cukup shock dan pusing anak sulungnya itu tak mau meneruskan usahanya dan mau berjualan martabak saja. Tapi setelah melihat perkembangannya sekarang, Pak Jokowi bernafas lega.

Mas Gibran yang sekarang berusia 30 tahun telah memulai usaha martabaknya sejak tahun 2015. Dalam waktu 2 tahun, bisnis yang ia jalankan boleh terbilang sangat booming, bahkan sudah ada 29 cabang di berbagai kota besar seperti di Jakarta, Surabaya dan Medan.

Bukan cuma itu, brand value Markobar justru 5 kali lipat lebih tinggi daripada usaha mebel Pak Jokowi. Hal yang justru sangat penting dan laku dijual saat ini adalah brand value.

“Baru 5 tahun, brand value martabak Gibran 5 kali lipat lebih besar daripada pabrik kayu saya yang sudah berdiri 27 tahun,” kata Jokowi baru-baru ini.

Sekarang Gibran berencana untuk mengembangkan sayapnya ke luar negeri dengan membuka cabang pertama di Filipina.

Bisnis mebel milik Presiden Joko Widodo ternyata belum dapat diteruskan kepada anak-anaknya. Hal ini diceritakannya melalui akun facebook resminya.

Padahal, dirinya sudah 27 tahun jadi pengusaha mebel dan sampai sekarang masih berjalan. Namun, anaknya lebih memilih bisnis yang lain. Layaknya Gibran Rakabuming Raka, dirinya tetap berusaha mencari penghasilan sendiri dengan membuka bisnisnya masing-masing.

Gibran Rakabuming Ungkap Tak Ingin Terlibat Urusan Politik Karena Sudah Punya Usaha Sendiri
Gibran Rakabuming Ungkap Tak Ingin Terlibat Urusan Politik Karena Sudah Punya Usaha Sendiri

Anak-anak presiden Jokowi justru memiliki pilihannya masing-masing. Mereka memilih untuk menjadi wirausahawan yang berbeda bidang dengan sang ayah. Perlu kita ketahui, selama ini bisnis yang ditekuni oleh Jokowi merupakan bidang furnitur.

Putra sulung Jokowi telah menjalankan bisnisnya sendiri. Gibran Rakabuming Raka sedang menekuni bisnis di bidang kuliner, Martabak Kota Barat atau Markobar. Bisnis yang ia jalankan sudah terbilang sangat booming, bahkan sekarang saat ini telah tercatat ada 29 cabang di berbagai kota di Indonesia.

Tapi, langkah yang dipilih oleh Gibran sendiri membuahkan hasil yang menggembirakan. Brand value Markobar yang ia jalani secara perlahan melejit dan dikenal masyarakat luas.

Dari pengalaman Jokowi selama 27 menjadi pengusaha meubel ia justru terkejut saat brand value usahanya dikalahkan hingga lima kali lipat oleh usaha martabak putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka yang merintis brand Markobar.

“Baru 5 tahun brand value pabrik kayu yang saya miliki dengan martabak yang Gibran miliki lebih besar Gibran 5 kali lipat,” kata Jokowi baru-baru ini.

Markobar sendiri mulai dirintis oleh Gibran sejak 2015 lalu di Solo. Saat itu ia membuka tiga cabang di Solo dan saat ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat Jakarta, Yogyakarta dan Semarang. Markobar memiliki banyak varian rasa, seperti greentea, Nutella, hingga KitKat. Ada pula menu spesial yang diberikan seperti terang bulan 8 rasa, adalah martabak dengan satu lingkaran besar penuh topping yang berbeda.

Harga yang ditafsir untuk satu loyang martabak sendiri mulai dari Rp40-100 ribu. Hal ini tergantung dari kombinasi toping yang diinginkan oleh pembeli itu sendiri.

Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya membangun brand value bagi startup atau wirausaha muda yang sedang merintis usahanya.

“Sekarang ini yang penting memang membangun sebuah brand dari setiap produk itu penting sekali,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menjadi pembicara kunci dalam acara “Entrepreneurs Wanted! (EW!)” di Gedung Sasana Budaya Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jabar, Senin (18/12/2017).

Menurut Mantan Gubernur DKI itu, brand value pada sebuah usaha itu sangat penting bahkan kerap nilainya melebihi aset yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

Ia berpendapat saat ini brand value justru menjadi nilai dari sebuah perusahaan atau nilai dari sebuah produk yang dihasilkan sebuah perusahaan.

Brand value dapat dianalogikan sebagai citra atau kharisma pada diri seseorang atau produk yang dapat membuat seseorang atau produk itu memiliki daya tarik yang kuat.

“Penting sekali karena dari situlah sebetulnya nilai dari sebuah perusahaan, nilai dari produk itu bisa diangkat dan apa valuasinya juga biasanya dihitung dari sana,” tuturnya.

Presiden menceritakan pengalamannya ketika pada generasi terdahulu aset, pabrik, jumlah karyawan, hingga kinerja ekspor menjadi kebanggaan bagi seorang pengusaha.

Namun, bagi generasi saat ini brand value justru lebih besar nilainya ketimbang hal-hal yang dulu dibanggakan oleh pengusaha generasi lama.

Dari pengalamannya selama 27 menjadi pengusaha meubel ia justru terkejut saat brand value usahanya dikalahkan hingga lima kali lipat oleh usaha martabak putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka yang merintis brand Markobar.

“Baru 5 tahun brand value pabrik kayu yang saya miliki dengan martabak yang Gibran miliki lebih besar Gibran 5 kali lipat,” katanya.

Hal itulah yang menurut Jokowi membedakan antara generasi tua dengan generasi muda saat ini. Ketika generasinya dahulu lebih bangga jika memiliki aset besar, karyawan banyak, dan ekspor besar.

Ia juga berpendapat pentingnya membangun rekam jejak dan portofolio yang baik bagi calon wirausaha.

“Ya oleh sebab itu harus punya rekam jejak berapa tahun kemudian portofolionya seperti apa itu yang penting dalam usaha itu,” ujarnya, menegaskan

Pemerintah sendiri kata dia, saat ini sedang menyiapkan program untuk membantu start up untuk merintis bisnisnya karena ia menyadari risiko bisnis sangat besar saat seseorang baru memulai usaha.

Ternyata langkah yang dipilih oleh Gibran sendiri membuahkan hasil yang menggembirakan. Memang kita semua harus berani membuka jalan dan lepas dari bayang-bayang orang tua! Semoga usahanya sukses terus yah mas!).

Sumber : Cerpen.cc

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*