Keluarga Tersangka Teroris Di Sukodono Dikenal Misterius

Keluarga Tersangka Teroris Di Sukodono Dikenal Misterius
Keluarga Tersangka Teroris Di Sukodono Dikenal Misterius

Geraiberita – Satu keluarga terduga teroris di Kavling Gang Guwo RT 19, RW 05 Dusun Dungus, Desa Sukodono Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, pada Jumat (18/5) malam diamankan petugas. Diketahui keluarga tersebut sering melakukan perkumpulan saat malam hari.

“Setahu saya mereka sering melakukan pertemuan waktu malam hari. Kami tidak tau yang mereka bicarakan itu apa, entah pengajian atau hanya sekedar kumpul-kumpul,” ucap Syakroni, Ketua RT setempat ketika ditemui sejumlah wartawan, Sabtu (19/5) sore.

Ia mengaku, pertemuan itu dilakukan setiap tiga bulan sekali. Keluarga itu, lanjut dia, sudah tinggal di rumah lantai dua berpagar cat hitam putih tersebut sekitar dua tahun silam. Keluarga itu juga dikenal tertutup dengan tetangga sekitar.

“Selama ini jarang bertetangga. Ya, biasanya itu perkumpulan dengan jemaah mereka itu, bukan warga sini. Setahu saya perkumpulan mereka memakai baju seperti golongannya itu, kadang juga membawa anak-anak kecil,” ungkap dia.

Selain melakukan perkumpulan dengan golongannya, Syakroni mengaku bila satu keluarga yang diamankan Densus 88 Antiteror itu juga diketahui bukan asli penduduk setempat, melainkan pindahan dari Jalan Welirang Perumahan Kepuh Permai Kecamatan Waru, Sidoarjo.

“Bukan asli (warga) sini, mereka pendatang. Seingat saya rumah itu habis direnovasi baru dibeli itu (keluarga terduga teroris),” ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror mengamankan satu keluarga yang diduga teroris di Kavling Gang Guwo RT 19, RW 05 Dusun Dungus, Desa Sukodono Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

Petugas mengamankan empat orang yaitu pasangan suami istri MAH (41) dan S (40), serta dua anaknya yaitu IJ (13) dan LH (12), pada penangkapan yang disaksikan Ketua RT setempat, pada Jum’at (18/5) malam, sekitar pukul 23.00 Wib.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, busur dan anak panah, serta dua bungkus potasium yang dimasukkan di dalam tas kantong plastik, emas batangan sebanyak empat buah, uang Rp 21,5 juta.

Bukan hanya itu, sejumlah perhiasan berupa cincin, anting, liontin juga turut diamankan pihak petugas. “Barang bukti yang itu saya saksikan sendiri. Itu semua sudah diamankan petugas,” tutup Syaroni.

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*