Kisah Bos Perusahaan Kelas Dunia Pernah Ditolak 82 Kali Bekerja

Kisah Bos Perusahaan Kelas Dunia Pernah Ditolak 82 Kali Bekerja
Kisah Bos Perusahaan Kelas Dunia Pernah Ditolak 82 Kali Bekerja

Geraiberita – Bagaimana perasaan kamu jika mendapat ditolak kerja hingga puluhan kali? Pilih menyerah atau melanjutkan perjuangan? Menghadapi penolakan memang sulit. Apalagi harus mengalaminya berulang kali, lagi dan lagi. Namun bukankah pepatah bilang, kegagalan merupakan sukses yang tertunda.

Inilah yang dialami Steve Allan, CEO di perusahaan global, MediaCom Worldwide. Ia harus menelan pil pahit kehidupan karena mendapat 82 surat penolakan bekerja, bahkan sebelum dirinya berhasil memperoleh pekerjaan pertamanya.

“Silakan Anda sebut nama perusahaannya, saya ditolak mereka,” kata Allan, seperti dilansir dari CNBC.

Ia mengaku marah pada saat itu. Akan tetapi hanya sesaat, karena ia justru menyimpan seluruh surat-surat penolakan tersebut dengan rapi. Allan pun mengklaim bahwa dirinya mencintai surat-surat itu.

Kenapa? Karena pria itu menganggap berbagai penolakan bekerja dalam perjalanan kariernya mengajarkan satu hal penting untuk sukses, yakni tanpa belas kasihan. Dia pun membagikan beberapa tips agar tidak mudah menyerah ketika ditolak bekerja.

1. Pantang Menyerah
Setelah bertubi-tubi ditolak bekerja, Allan tidak menyerah. Ia berusaha keras untuk mengejar karier impiannya walaupun harus bekerja di bawah tekanan. Ia terus menyuntikkan semangat pada dirinya sendiri agar mampu meraih kesuksesan.

“Saya terus semangat karena saya punya tujuan dan saya tahu apa yang ingin saya lakukan,” kenang Allan.

Sampai akhirnya takdir membawa Allan bekerja di perusahaan The Media Business atau sekarang dikenal dengan nama MediaCom, perusahaan agensi media. Allan bertekad untuk bekerja keras, profesional sehingga dapat bertahan selama 36 tahun di perusahaan tersebut. Dari mulai ditempatkan di bagian promosi sampai dipercaya menjadi Direktur Pelaksana pada usia 30 tahun untuk membangun bisnis perusahaan.

“Ketika kami memiliki tujuan untuk menjadi perusahaan agensi nomor satu di Inggris, kami punya pengalaman, dan pelajaran di dalam pikiran kami,” paparnya.

Saat ini, MediaCom telah berkembang menjadi salah satu perusahaan agensi media terbesar di dunia. Meski sudah besar, bukan berarti perjalanan karier mulus. Kala itu, MediaCom kehilangan klien utama Volkswagen di tengah skandal emisi mobil. Namun Allan tidak mau terpuruk, dan mencoba mencari cara lain supaya tidak menyebabkan rugi perusahaan lebih besar.

Langkah tersebut akhirnya mampu membalikkan keadaan dari tahun terburuk MediaCom pada 2016 menjadi tahun terbaiknya di 2017 karena sukses menambah klien baru, termasuk Richemont dan Uber. “Sekarang ketika saya ditanya apa rahasia untuk sukses dalam bisnis? Bagi saya tergantung pada ketidakberdayaan. Itu di atas segalanya,” ujar Allan.

Bos MediaCom ini bukan satu-satunya pemimpin perusahaan global yang pernah gagal. Bos perusahaan raksasa lain yang senasib dengan Allan, di antaranya pendiri Microsoft Bill Gates hingga Mark Cuban, pendiri Broadcast.com.

2. Bagikan ide bagus yang Anda miliki
Anda harus pastikan bahwa ide-ide brilian Anda didengar. Jadi, Anda harus berbicara di depan pemilik perusahaan dan menyampaikan ide-ide tersebut.

“Terkadang orang paling pintar di dalam ruangan bukan yang paling sukses,” ucap Allan.

3. Terlibat dalam proyek baru
Membuat ide Anda didengar, berarti Anda harus siap dengan proyek atau sebuah pekerjaan baru yang mungkin menuntut Anda berada di luar zona nyaman. Hal itu akan sangat bagus untuk karier Anda, karena Anda bisa bekerja bersama rekan senior sehingga akan membantu peningkatan karier Anda.

4. Ajukan pertanyaan
Mengajukan pertanyaan tidak hanya menunjukkan minat Anda pada pekerjaan yang Anda lakukan, tapi juga dapat membantu Anda untuk mengetahui tentang area lain dari perusahaan dan peluang baru untuk karier Anda.

“Saya biasanya mengajukan banyak pertanyaan di sekolah. Dan saya tidak yakin saya pernah kehilangan itu,” tutup Allan.

Sumber : Merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*