Kisah Kisah Kesuksesan Pertemuan Antara Dua Korea

Kisah Kisah Kesuksesan Pertemuan Antara Dua Korea
Kisah Kisah Kesuksesan Pertemuan Antara Dua Korea

Geraiberita – Di akhir 1950 ketika Perang Korea kian memuncak melibatkan sejumlah negara adidaya, pasangan muda asal Korea Utara dievakuasi dari reruntuhan bangunan di kota mereka oleh tentara Amerika Serikat. Mereka dibawa ke sebuah lokasi pengungsian di Korea Selatan. Pada 1953 ketika Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, pasangan pengungsi yang hidup dalam kemiskinan di Kota Busan, Korsel, itu melahirkan seorang putra.

Sang putra itu kini menjadi Presiden Korea Selatan. Dia adalah Moon Jae-in. Jumat lalu Moon dengan hangat menjabat tangan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan kedua berjanji untuk segera mengakhiri perang yang sudah berlangsung hampir tujuh dekade di Semenanjung Korea.

Pertemuan Moon dengan Kim itu menghasilkan deklarasi ‘Semenanjung Korea yang bebas nuklir’. Namun jurnalis asal Kanada Doug Sanders yang berpengalaman menulis isu internasional memandang pertemuan kedua pemimpin itu tampaknya belum akan menghasilkan kesepakatan konkret dalam waktu dekat.

Dilansir dari laman The Globe and Mail, Jumat (29/4), meski begitu pertemuan dua Korea ini adalah yang paling dekat dengan kesepakatan damai. Pertemuan itu, kata Sanders, dipandang sukses dan apa pun yang dihasilkan nanti, kesuksesan pertemuan itu adalah hasil karya Moon Jae-in. Sejak belum terpilih jadi presiden pada 2017 Moon sudah melakukan pendekatan diplomatik secara hati-hati selama bertahun-tahun. Pengorbanannya terbayar sudah. Dia berhasil mengesampingkan jual beli ancaman antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kim Jong-un, namun tetap menjaga hubungan dengan keduanya, termasuk dengan para pemimpin China.

Dia juga dipandang berani mengambil risiko politik maha besar dengan mendamaikan seorang diktator yang berulang kali mengancam negara lain. Dia sudah mempertaruhkan jabatan kepresidenannya untuk mengurangi risiko perang.

Di sisi lain, dengan menjabat tangan Kim sebulan sebelum Trump diharapkan akan bertemu pemimpin Korut itu, Moon sudah menorehkan namanya menjadi bagian sukses dari dialog Utara-Selatan yang menjadi awal deklarasi perdamaian dan pelucutan nuklir.

Sumber : Merdeka

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*