Kritik-kritik Keras Keluarga Soeharto pada Pemerintahan Jokowi

Kritik-kritik Keras Keluarga Soeharto pada Pemerintahan Jokowi
Kritik-kritik Keras Keluarga Soeharto pada Pemerintahan Jokowi

Geraiberita – Keluarga Soeharto belakangan kerap mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo. Yang kerap mengkritik adalah Titiek Soeharto dan Tommy Soeharto.

Beberapa isu menjadi perhatian Tommy dan Titiek. Berikut kritik-kritik tajam yang dialamatkan pada pemerintahan Jokowi:

1. Pengangguran dan penyelundupan narkoba
Merdeka.com – Titiek Soeharto bersuara lantang terkait masih banyaknya pengangguran dan penyelundupan narkoba. Pemerintah dinilai belum mampu menangani kedua masalah tersebut. Ia menyebut, masih ada 7 juta orang menganggur dan membutuhkan pekerjaan.

Di samping itu, kondisi ekonomi juga dinilai mencekik dan Indonesia malah dibanjiri tenaga kerja asing. “Sungguh menyedihkan pemerintah tidak berkomentar,” katanya.

2. Banyak impor pangan
Merdeka.com – Tak hanya masalah pengangguran dan penyelundupan narkoba, Titiek juga mengkritik pemerintahan Jokowi terkait dengan masalah sumber daya alam Indonesia. Padahal, tanah Indonesia sangat subur.

Tanah yang subur adalah karunia Tuhan. Namun, mengapa Indonesia tidak mampu mengolahnya. “Sehingga apa-apa masih impor,” katanya.

3. Utang yang Menumpuk
Merdeka.com – Tommy Soeharto juga mengkritik pemerintahan Jokowi. Ia prihatin dengan kondisi utang yang membengkak.

“Kita sangat prihatin sekali 20 tahun kita telah melakukan reformasi bukan kemajuan tapi keprihatinan. Kita punya utang sampai Rp 5 ribu triliun menurut laporan BI. Utang wajar tapi kita harus tahu kapan utang bisa dilunasi,” ujar Tommy.

4. Kelonggaran Investasi Asing
Merdeka.com – Tommy juga mengkritik kebijakan pemerintah yang saat ini banyak memberikan kelonggaran terhadap investasi asing. Tak hanya itu, kebijakan impor yang dijalankan pemerintahan Jokowi tak luput dari kritikan putra bungsu Soeharto ini.

“Sekarang investasi asing bukan hanya membawa modal. Tapi juga membawa orangnya. Ini memprihatinkan sementara pengangguran di Indonesia semakin meningkat yang tidak mendapatkan penyaluran yang baik,” katanya.

Sumber : Merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*