Presiden PKS: Poros Ketiga Sangat Memungkinkan Terjadi

Presiden PKS: Poros Ketiga Sangat Memungkinkan Terjadi
Presiden PKS: Poros Ketiga Sangat Memungkinkan Terjadi

Geraiberita – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman masih sangat yakin poros ketiga akan terbentuk. Poros ketiga ini lahir bila ada parpol pendukung Jokowi yang kecewa dan memutuskan keluar dari koalisi. Menurut Sohibul, poros ini bakal terbentuk jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) balik badan. Begitu juga bila Partai Amanat Nasional (PAN) ikut serta.

“Poros ketiga saya kira sangat memungkinkan terjadi. Baik sekarang ini atau nanti Jokowi mengambil keputusan cawapres, mungkin ada yang kecewa bisa saja kan? itu sangat memungkinkan. Tapi hitungan hari ini, tentu saja yang mungkin membentuk poros ketiga, itu tinggal PKS, dan kalau mau adalah PAN PKB,” katanya saat jumpa pers di DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

“Tapi tentu saja PKB sampai hari ini masih ada di pemerintahan, jadi terkait poros ketiga secara normatif mungkin saja terjadi, tapi realitas politik lah yang mengantarkan apakah terjadi atau tidak terjadi,” sambungnya.

PKS sendiri sampai saat ini masih belum resmi menyatakan dukungan ke Prabowo Subianto.

Terpisah, Ketua DPP PKS Abu Bakar Al Habsyi mengatakan bahwa waktu sudah mepet bila PKS merapat ke Jokowi. Pendaftaran capres-cawapres sendiri ditutup pada Jumat (10/8).

“Sebelah sana rasanya waktu yang sudah tidak memungkinkan dan tidak akan ke sana. Kita sudah putuskan, jadi kita akan tetap bersama koalisi di sebelah,” ucapnya.

PKS sendiri telah sepakat mendukung rekomendasi ijtima ulama yang merekomendasikan Ustadz Abdul Somad dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri sebagai cawapres Prabowo Subianto. Abu Bakar tak mau berspekulasi jauh bila Prabowo tak memilih salah satunya maka PKS akan kabur. Dia optimis Prabowo bakal mentaati usulan umat.

“Apa berani Prabowo enggak ngambil ijtima ulama pertanyaannya? Saya enggak yakin. Ijtima ulama itu kan ada satu ada dua, pertama Salim yang kedua Abdul Somad, pasti dia akan melobi dua-duanya, katanya sekutu sama PKS, terus enggak dipake Salim. Oke untuk jalan tengah UAS (Ustaz Abdul Somad). Kalau keputusan yang pertama enggak diterima, maka keputusan yang kedua,” imbuhnya.

“Eggak mungkin (koalisi milih cawapres) kekunci, politik itu ada rileks-rileksnya,” sambung anggota Komisi III DPR itu.

Sumber : Merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*