Terungkap Fakta Pembunuhan Mayat Dalam Kardus Di Medan

Terungkap Fakta Pembunuhan Mayat Dalam Kardus Di Medan
Terungkap Fakta Pembunuhan Mayat Dalam Kardus Di Medan

Geraiberita – Pelaku pembunuhan Rika Karina, wanita yang jasadnya di dalam kardus ditangkap pada Kamis (7/6/2018). Dilansir dari Tribun Medan, polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk meringkus sang pelaku. Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Medan Barat Kompol Rudi Silaen, Kamis (7/6/2018).

“Iya benar pelaku sudah kami amankan. Sebentar ya kami masih lakukan interogasi data diri dan motifnya,” ujarnya melalui jaringan telepon seluler, Kamis (7/6/2018).

Pria yang ditangkap tersebut bernama Hendri alias Ahen (31) seorang warga Jalan Platina Perumahan Ivory, Kecamatan Medan Deli Kelurahan Titi Papan.

Kanit II Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Hendra Eko Triyulianto menjelaskan bahwa berdasarkan hasil lidik dari lapangan, ada saksi yang melihat pelaku keluar dari komplek perumahan tempat tinggalnya. Saat itu pelaku mengendarai kendaraan yang bukan miliknya sambil membawa kotak kardus di belakang jok motornya.

“Kami (polisi) setelah mendapat informasi tersebut dan disesuaikan dengan CCTV yang ditemukan di lapangan, bahwa ciri-ciri pelaku sesuai dengan pelaku yang kami amankan.

Kemudian tim gabungan dari Jatanras Poldasu, Jatanras Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Medan Barat melakukan penggerebekan di kediaman pelaku,” ujarnya, Kamis (7/6/2018). Polisi sempat melumpuhkan kaki kanan pelaku karena melawan dan kemdian dibawa ke RS Bhayangkara untuk perawatan.

2. Kronologi pembunuhan

Sebelim kejadian, diketahui korban mendatangi rumah pelaku di Jalan Platina Perumahan Ivory nomor 1 M, Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Titi Papan.

Keduanya terlibat pertengkaran yang diduga disebabkan perjanjian jual beli kosmetik.

“Jadi pelaku geram karena barang pesanan kosmetik yang dipesan kepada korban tak kunjung tiba. Sementara korban sampai saat ini belum memberikan barang kosmetik yang sudah di beli dan di bayar oleh pelaku sebesar Rp 4,2 juta, pembayaran tersebut di lakukan sekitar tanggal 31 Mei 2018 di Milenium Plaza (tempat korban bekerja),” jelas Hendra Eko Triyulianto.

Ia juga menjelaskan, pada saat pelaku dan korban cekcok, pelaku membenturkan kepala korban ke dinding tembok rumah dan menikam leher korban menggunakan pisau.

Setelahnya menyayat pergelangan tangan korban sehingga korban meninggal dunia. Saat itulah Hendri memasukkan jasad korban ke sejenis koper kain kemudian dibungkus kardus.

Kemudian pelaku membawa bungkusan tersebut ke TKP tempat ditemukan sepeda motor dan jasad korban dan meninggalkan sepeda motor serta bungkusan kardus berisi jasad korban.

Hendri meninggalkan sepeda motor dan mayat dengan berjalan kaki dan melemparkan helm korban ke perkarangan kosong milik warga seputaran TKP. Pelaku meninggalkan sepeda motor kemudian menyetop becak danpulang ke rumahnya.

Sekitar pukul 05.00 WIB, Hendri membawa bungkusan plastik hitam berisi baju dan sandal yang kemudian ia buang ke Sungai Deli.

3. Motor bukan milik pelaku

Robi (31) seorang warga Delitua yang merupakan sepupu korban Rika Karina mengatakan bahwa saat kejadian, korban membawa sepeda motor Honda Scoopu bernomor polisi BK 5875 ABM.

Motor tersebut diketahui milik Toni yang adalah sepupu korban.

“Polisi sempat datang ke rumah dan menanyakan apakah benar ini STNK atas nama Toni,” kata Robi menirukan mertuanya bernama Faisal. Faisal sempat bertanya pada Toni, apakah benar STNK kendaraan itu miliknya.

Toni pun membenarkan dan mengaku kendaraannya dibawa oleh Rika Karina alias Huang Lisya yang bekerja di gerai kosmetik miliknya di Plaza Millenium.

4. Barang bukti pelaku

Diketahui pelaku berhasil diamankan di Jalan Platina Perumahan Ivory sekitar pukul 03.00 WIB. Dari pelaku, polisi berhasil mengamankan satu bilah pisau dengan gagang berwarna hijau. Kemudian satu potong celana jeans pendek berwarna biru. Satu buah jaket berwarna hitam dan dua unit ponsel merk Samsung dan Coolpad.

Sumber : Tribunenws.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*